-eNZie-


Obgyn..oh obgyn..
October 15, 2008, 6:10 am
Filed under: Uncategorized

Minggu ke 7 di obgyn, rasanya semakin banyak yang belum aku kerjain. Preskas lah, belajar buat ujian pasien, belajar buat ujian OSCE, baca ini, baca itu, duh..banyak.

Yang bikin sedih lagi adalah..2 ujian tulis kmaren dapet jelek, padahal ternyata bobotnya lumayan besar.Duh..sedih deh..padahal semua ada di Appleton, cuma salah baca aja (lagi..)

Sebenernya obgyn menyenangkan karena terkait erat dengan wanita.Tapi jaganya itu loh..capek…dan kayaknya hidup sebagai Sp.OG juga bakalan seperti itu.penuh tantangan setiap harinya.

Hmm..aku pilih hidup yang aman-aman aja deh.

Duh..ayo smangat lagi buat belajar.Smoga lulus dengan nilai yang enggak pas-pasan amat.AMin.



Tips menghentikan perhatian lebih dari orang yang tidak diinginkan
September 27, 2008, 9:27 am
Filed under: Uncategorized

Jadi pusat perhatian memang menyenangkan, hmmm, untuk beberapa orang sih..Apalagi kalo mendapat perhatian dari orang yang juga kita beri perhatian, betapa menyenangkan..

Tapi kalo dapet perhatian dari orang yang tidak diharapkan, gimana dong?!

Bisa aja sih kita cuekin aja orang itu..tapi kadang suka kasihan juga, apalagi kalo kita coba memposisikan diri sebagai orang itu. Udah secara tulus ikhlas memberi perhatian pada seseorang, eh tapi ternyata orang itu tidak memberi perhatian yang setimpal. Pasti sedih deh…

Untuk menghindari keadaan yang tidak nyaman tersebut, mungkin beberapa cara ini bisa dicoba, hehehe, beberapa sudah terbukti berhasil sih :)

1. Cara yang paling mudah, sekaligus paling sadis. Hehehe, tidak dianjurkan untuk dilakukan terhadap orang yang cukup kita kenal. Gampang aja sih, kalo orang itu memberi perhatian dengan rajin menelpon–> ga usah diangkat, atau kalaupun terpaksa diangkat, yah..jawab dengan jawaban seadanya sampai dia menjadi bosan, ataupun merasa tidak diharapkan. Atau kalau dirasa sangat mengganggu, bilang aja bahwa sebaiknya dia tidak menelpon jika tidak ada urusan yang ingin dibicarakan. Kalo dia cuma sekedar sms, lebih gampang lagi, ga usah dibales aja..ntar kalo dia menelpon dan menanyakan kenapa sms nya tidak dibalas, jawab aja bahwa kamu merasa tidak perlu membalas sms yang tidak penting tersebut.

2. Cara yang agak lebih halus, tapi memerlukan waktu yang lebih lama sampai orang itu sadar bahwa kita tidak menginginkan perhatiannya yang berlebihan itu. Caranya ya..tetap bersikap baik, menerima telpon dengan ramah, membalas sms seperlunya, tapi menolak jika dia mengajak makan atau nonton berdua, tapi setuju jika kegiatan tersebut dilakukan bersama teman2 lainnya. Biarkan tetap dalam keadaan seperti itu, sampai akhirnya dia mengajukan pertanyaan, apakah kita bersedia menerimanya lebih dari sekadar teman, yang dengan sangat yakin akan kita jawab dengan: TIDAK, terima kasih.

3. Cara yang ketiga ini, bisa juga disebut sebagai cara pencegahan, karena bisa dilakukan sebelum perhatian yang tidak diinginkan itu datang. Cara ini cukup mudah untuk dilakukan, yaitu dengan rajin bersosialisasi dengan teman-teman. Jika ada kesempatan untuk menceritakan kehidupan pribadi kita, bilang saja bahwa saat ini kita sedang menantikan seseorang, sebut saja namanya X atau kalo memang siap untuk diketahui banyak orang bisa juga sebut nama orang itu. Katakan kalo kita benar2 mengharapkan orang itu dan tidak mengharapkan yang lain.

Mudah-mudahan cara2 tersebut berhasil untuk setidaknya meminimalkan jumah hati yang kita buat kecewa. Hehehe, terdengar pede banget yak… Insya Allah kalo niatnya baik akan diberi kemudahan.

Smoga berhasil!!!

(Untuk seorang teman baik yang seringkali mendapat perhatian yang tidak diinginkan)



Kantor Layanan Publik yang penuh Rokok
July 25, 2008, 5:38 am
Filed under: Uncategorized

Dalam 2 minggu ini, aku melakukan 2 kunjungan, hehe, kunjungan mungkin bukan kata yang tepat, karena aku memiliki keperluan di 2 kantor layanan publik yang berbeda tersebut.

Yang pertama adalah kantor imigrasi. Tujuanku adalah untuk membuat paspor baru. Datang ke kantor imigrasi yang letaknya tidak jauh dari rumah ini membuatku merasa bagaikan masuk ke sarang calo. Bagaimana tidak, ketika memasuki gerbang tiba-tiba seorang bapak bertanya “ udah ada yang bantu mbak?”, sama halnya ketika aku bertemu seorang pria muda di tangga, dan segerombolan orang di tempat duduk ruang tunggu. Padahal tepat di depan pintu masuk terdapat spanduk yang bertuliskan “Jangan menggunakan jasa calo”.Hua…apa maksudnya ya?! Alhamdulillah aku mendapat bantuan dari seorang kakak kelas di SMA dulu , yang lalu menitipkanku kepada temannya yang bekerja di kantor itu. Dengan bantuan tersebut urusan foto dan wawancara dapat selesai dalam waktu kurang dari 2 jam dan dengan harga yang tidak jauh dari harga resmi.

Saat menunggu giliran wawancara, aku sempat bercakap-cakap dengan seorang ibu yang ternyata adalah seorang dokter yang bekerja di WHO. Kata beliau jika menggunakan jasa calo, harganya bisa mencapai 1 ½ kali harga resmi. Wow…mahal banget. Aku merasa sangat bersyukur dengan kemudahan yang aku dapat. Alhamdulillah.

Kantor kedua yang aku datangi adalah kantor polisi yang letaknya tidak jauh dari kampusku. Tujuanku adalah membuat surat keterangan polisi bahwa buku tabunganku hilang. Di kantor ini sih ga ada calo-nya, atau mungkin aku ga liat karena aku langsung masuk ke bagian pelayanan publik yang hanya diisi 2 orang yang bekerja menggunakan komputer untuk mencatat pengaduan. Alhamdulillah disini aku juga tidak menemui kesulitan. Pertanyaan iseng dari bapak polisi yang menjaga pintu itu tidak termasuk kesulitan kok, hanya angin lalu saja.

Persamaan yang  gampang dilihat dari kedua kantor tersebut adalah: rokok dimana-mana. Duh asapnya itu bikin sesak nafas dan baju jadi bau. Kalo bajuku bau rokok, itu sangat membuatku tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan selanjutnya (dengan pengalaman itu aku selalu sedia semprotan wewangian di dalam tas ;P). Setahuku di Jakarta ada Perda yang melarang orang merokok di tempat umum, sekolah, rumah sakit, dan juga angkutan umum. Sayang sekali dalam kenyataannya peraturan itu belum dilaksanakan sebagaimana mestinya.



Bahan obrolan yang menarik
June 30, 2008, 2:58 pm
Filed under: Uncategorized

"Tak kenal maka tak sayang", begitu kata orang.

Maka dari itu, agar dapat menyayangi sesuatu, kita harus mengenalinya terlebih dahulu. Dan begitu pula sebaliknya, jika ingin disayangi, maka kita harus dikenal,hehe..

Aku tidak ingin berbagi cara berkenalan yang baik, karena tampaknya orang lain memiliki cara yang lebih baik dariku. Sekadar ingin berbagi cerita bagaimana cara orang-orang yang berasal dari dunia non-medis ingin mengenal (atau dikenal?) oleh mereka yang memiliki hubungan erat dengan dunia medis.

Biasanya, hal yang ditanyakan adalah mengenai obat, patofisiologi suatu penyakit, komplikasi penyakit, dokter dan rumah sakit yang bagus. Kadang-kadang ditambah juga dengan drama bahwa dirinya sedang sakit X dan menanyakan bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk dirinya.

Bukannya tidak ingin berbagi ilmu, tapi kadang-kadang kami yang setiap hari berhubungan dengan belajar,belajar dan belajar tentang ilmu kedokteran ini ingin mengetahui dunia lain juga. Capek kali kalo tiap hari yang diomongin tentang penyakit melulu. Padahal masih banyak kejadian menarik di dunia ini yang bisa dijadikan bahan pembicaraan.

Jadi jangan ragu-ragu untuk membicarakan hal selain obat dan penyakit dengan teman kita yang berprofesi sebagai dokter atau calon dokter.



sepi..
June 25, 2008, 6:00 am
Filed under: Uncategorized

Harusnya hari-hari ini adalah hari yang menyenangkan buat aku. Penelitian IKK selesai, yah..ada KIPI (kejadian ikutan pasca IKK)-nya sih, tapi ga banyak yang harus diperbaiki kok. Trus teman baik yang udah lama banget (hehe, ga pake banget sih) ga ketemu, lagi liburan dan kami bisa bertemu. Dan yang sebenarnya paling membahagiakan adalah kakak pertama-ku akhirnya sudah menikah, alhamdulillah.

Tapi entah kenapa, sejak kmaren rasanya hatiku tidak bahagia. Dan karena aku ga suka menjadi tidak bahagia seorang diri, muncullah aku yang agak malas dan bertampang kurang menyenangkan. Bukan maksudku untuk membuat orang lain jadi ikutan susah sih, tapi enggak tau knapa. kebiasaan kali ya..kebiasaan yang kurang baik sih.

Mungkin aku merasa kesepian di rumah, karena setelah menikah kakakku tinggal di rumah istrinya dan sekarang mereka sedang bertamasya. Jadi di rumah sepi deh..padahal biasanya juga ga rame sih, cuma ada aku, kakak pertama, dan 2 orang pekerja rumah tangga. Aku lebih sering sendirian juga karena kakakku sering pulang agak malam.

Harusnya sih aku bisa mencari kesibukan lain di luar rumah supaya tidak merasa sepi di rumah, tapi untuk saat ini nampaknya belum ada ide. Mau maen sama temen juga kadang mereka punya kesibukan masing-masing, dan aku jadi agak males kalo harus menanyakan satu-per-satu dan akhirnya mengalami penolakan berkali-kali. Ditolak itu enggak enak,huh..

Mulai berpikir yang aneh-aneh nih. Berpikir apa yang akan terjadi setelah kakak kedua menikah nanti. Hiks..jangan2 rumah akan makin sepi..

Ah, jadi sedih. Makin sedih karena melihat tumpukan cucian yang belum dicuci :(



Bagian Anak di Tangerang
April 26, 2008, 8:40 pm
Filed under: Uncategorized

Senangnya kembali ke rumah, meskipun di rumah ga ada siapa-siapa, atau ada makanan apa, tapi tetep aja rumah itu adalah tempat yang paling menyenangkan.

Jadi ceritanya 1 minggu ini aku bersama teman2 kelompok Anak stase di Tangerang (arti stase apaan ya?!).Di sana kami tinggal di asrama di RSU Tangerang.Walaupun sekamar mesti tidur beramai-ramai, kadang 4, kadang 5, rekornya sih ber-8,hehe..di tempat yang harusnya cuma untuk 4 orang. Kerjaan di sana jauh lebih ringan dibanding waktu IPD dulu, jadi lebih banyak waktu untuk jalan2 dan makan2. Kayaknya berat badan nambah lagi nih,hehe.

Sebenarnya stase di Tangerang selesai hari Sabtu siang, tapi karena aku dan seorang teman mendapat giliran jaga, jadi kami berdua ditinggal di sana, hiks..hiks..sepi. Alhamdulillah selama jaga enggak ada kasus yang aneh2 dan gawat, doa kami dikabulkan, anak2 Tangerang sehat ;)

Sebelumnya, hari Kamis siang sih aku dan seorang teman pulang ke Jakarta.Alasannya karena hari Jumat kami akan mengikuti ujian tulis ulang IPD (kata yang lebih menyenangkan dibanding Her). Ujiannya sih kata temen2 ngulang dari kumpulan soal, tapi aku ga belajar dari sana…jadinya ya..agak lambat gitu pas ngerjain. Yah mudah2an lulus.

2 minggu ++ lagi ujian tulis Anak, mudah2an tahun ini bisa lulus dengan baik.AMin.

Mmm, ceritanya lompat-lompat nih.Oia..di Tangerang banyak kasus Tetanus, gizi buruk dan penyakit ginjal.Kasian deh liatnya..Trus ketemu dokter anak yang agak ngaco dengan seenaknya meresepkan antibiotik padahal itu ga dibutuhkan pasien.Nyebelin deh liat orang kayak gitu…Rezeki orang kan sudah diatur Allah, jadi ga perlulah menipu pasien untuk membeli antibiotik yang tidak dia perlukan hanya supaya dia dapat bonus dari pabrik obat. Ih…norak banget deh.

Hmm, begitulah sekelumit cerita dari Tangerang. Secara umum cukup menyenangkan kok jaga di Tangerang.



cerita dari IGD anak
April 1, 2008, 6:11 am
Filed under: Uncategorized

Kemarin adalah hari pertamaku di bagian Anak tingkat 5 ini, dan aku bersama seorang teman lainnya mendapat “kehormatan” untuk bertugas jaga di IGD untuk pertama kalinya.

Kami berdua datang ke IGD jam 3 sore, dan menemukan keadaan yang cukup ramai dengan 1 pasien dengan thalassemia dan sedang menjalani transfusi darah, 2 bayi yang mengalami diare, dan 1 pasien balita dengan AML yang datang dengan perdarahan. Bingung. Akhirnya residen yang bertugas meminta kami memeriksa pasien dengan AML yang ternyata baru saja datang di IGD. Aku agak kaget ketika melihat pasien itu, tampaknya infiltrasi sel leukemia sudah menyebar di tubuhnya, membuat wajahnya tampak berbenjol-benjol dan dipenuhi titik-titik perdarahan. Tubuh kecilnya terasa panas ketika kusentuh, ternyata suhu tubuhnya 39,7 oC. Setelah selesai melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, aku memasukkan obat penurun panas suppositoria, karena panasnya belum turun juga setelah minum obat. Selang beberapa waktu kemudian pasien ini mendapat tempat di bangsal perawatan dan segera diantar ke sana.

Santai?! Oh jelas tidak. Di ruangan yang cukup sempit dengan jumlah tempat duduk yang tidak memadai itu aku tidak bisa bersantai seperti ketika bertugas jaga di bagian Neurologi. Kenapa?! Karena entah dengan alasan apa, kuanggap sebagai jalan dari Allah supaya aku bisa lebih banyak belajar, pasien malam itu banyak sekali; bahkan dua di antaranya datang dengan keadaan syok.

Alhamdulillah ada juga bayi-bayi lucu yang masih tetap menghibur dengan senyum manisnya walau dalam keadaan kurang sehat, hehehe.

Ketika jarum jam menunjuk angka 12, datang segerombolan orang yang mengantar seorang anak. Mereka bertanya mengapa poliklinik anak tutup, dengan nada yang memancing emosi di tengah malam seperti saat itu.

Residen yang bertugas menjawab pertanyaan itu dengan agak jengkel juga, “ Aduh ibu, poliklinik itu buka pada jam kerja, kalo jam 12 malam seperti ini yang buka ya cuma IGD”. Si ibu tampak paham dan akhirnya si anak diperiksa. Kembali si ibu membuat jengkel dengan jawaban2nya yang berbelit-belit. Huh, sabar, kataku dalam hati. Akhirnya tinggal aku, dan ibu – anak itu. Aku melirik jam, 01.30. si ibu kembali bertanya dengan nada yang kurang enak didengar, “ Duh bisa ga anak saya langsung dirawat sama dokternya?”. Aku jawab, “ Loh , sekarang yang merawat anak ibu kan juga dokter. Maksud ibu apa?”. Si ibu menjawab,” Iya anak saya kan pasien dr.X (menyebut nama dokter senior di bagian Anak) dan Prof. Y. Bisa ga sekarang Prof.nya dihubungi untuk merawat anak saya?”

Wow, si ibu pede banget, kataku dalam hati. Padahal secara penampilan, tanpa bermaksud diskriminatif, gerombolan pengantar anak ini tampak seperti orang kampung kebanyakan yang sabar dan ga menuntut aneh-aneh. Karena capek aku jawab aja, “ Ibu, sekarang ini jam ½ 1 pagi Bu, dan ini jam orang istirahat. Saya rasa jam segini prof.nya lagi istirahat Bu. Jadi sabar ya Bu, biar dokter yang bertugas di sini yang merawat anak ibu sampai keadaanya stabil. Besok, bisa kita konsultasikan ke prof yang merawat anak ibu.”

Nggak tau deh mukaku waktu ngomong gitu kayak gimana. Kayaknya sih ga pake senyum manis.

Oia yang juga mengganggu selama di IGD anak selain kurangnya tempat duduk adalah bau asap rokok yang masuk lewat jendela IGD. Dan aku agak males juga harus melongok keluar jendela yang agak gelap itu untuk menegur siapa pun yang telah meng-ekspor asap rokoknya ke dalam ruang IGD. Bikin bajuku bau rokok.

Ada lagi sih…bau badan  keluarga pasien. Kalo pengantarnya cuma 1 sih aku masih bisa kompromi, lah kalo 5 sekaligus, baunya kan bikin enggak selera meriksa pasien. Baru inget deh, harusnya aku pake masker aja ya…supaya mengurangi paparan asap dan bau-bau nggak enak itu. Yah pelajaran lah untuk jaga selanjutnya.



Rahasia Meede
March 30, 2008, 3:58 am
Filed under: Uncategorized

Novel Rahasia Meede karya E.S.Ito memang udah agak lama terbitnya. Tapi aku baru sempet baca abis ujian Neuro kemaren.

Udah sering baca sih ulasan tentang novel ini, terutama di milis pecinta sejarah seperti Sahabat Museum dan Komunitas Historia, kebanyakan isinya merasa senang karena ada novel yang membahas tentang sejarah VOC di Indonesia dan membuat bangunan2 bersejarah di daerah kota tampak menarik untuk dikunjungi. Nah kalo di milis angkatan sepuluh novel ini juga pernah dibicarakan beberapa waktu, alasannya tentu karena Taruna Nusantara juga menjadi bagian dari cerita, hehe, ternyata si abang ini angkatan tujuh.

Menurutku novel ini bagus, karena memadukan antara sejarah dengan fiksi, dan membangkitkan rasa nasionalisme. Dan juga membuat kenangan selama di Taruna Nusantara tampak indah,hehehe

Jadi Rahasia Meede ini menceritakan usaha pencarian harta karun VOC yang konon nilainya dapat menutup hutang – hutang negara Indonesia. Settingnya selain di Jakarta/Batavia, juga di daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Pulau Onrust, Banda Naira, dan Mentawai.

Seru deh pokoknya…….bikin penasaran soalnya. Dan ending nya pun menyenangkan, yah..walopun engga terlalu happy ending sih.

Mudah-mudahan bukan cuma aku aja yang jadi semakin mencintai negara ini setelah membaca novel itu. Dan semoga cita-cita menuju masyarakat yang adil dan makmur bukanlah sekadar angan-angan belaka. Ayo semangat memberi yang terbaik untuk Indonesia!!



Pinokio
February 16, 2008, 9:26 am
Filed under: Uncategorized

Haha, terima kasih buat teman-teman tercinta yang sudah begitu perhatian padaku sampai memperhatikan detail bulat berukuran diameter sekitar 0,75 mm, berwarna kemerahan yang ada di hidungku.

Tanpa perlu diberi komentar oleh teman sekelas, plus mbak2 di bank, dan beberapa orang di TBM, aku juga bisa melihat bahwa terdapat pustul di puncak hidungku.

Menyebalkan itu jerawat..bikin idungku kayak pinokio aja yang jadi tambah panjang..padahal kan aku nggak boong. Mmm, ‘escape’ dari nontong film bareng di kelas nggak masuk boong kan ya?! Lagian si jerawat sudah muncul sejak1 hari sebelumnya tuh.



Kebiasaan..
February 16, 2008, 9:19 am
Filed under: Uncategorized

Masing-masing individu memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, baik kebiasaan pribadi, keluarga, kelompok, ataupun suku.

Keluarga ku punya kebiasaan untuk selalu sarapan di pagi hari, jadi sampe sebesar ini aku selalu menyempatkan sarapan, apapun itu, tiap pagi. Kalo nggak makan sesuatu sebelum berangkat sekolah (kecuali kalo lagi puasa), duh bisa ga konsen karena kelaperan di kelas. Ato jadi jajan yang aneh2, macam gorengan gitu deh di kampus.

Selain kebiasaan sarapan, dalam keluarga ku juga ada kebiasaan untuk merayakan atau minimal mengingat ulang tahun setiap anggota keluarga. Nggak wajib ngasih kado sih..kecuali dari Papa buat aku, ato dari semua anggota keluarga buat adekku, tapi minimal memberikan ucapan lah.

Buat aku, saat berulang tahun adalah salah satu saat yang kunantikan setiap tahunnya, disamping Ramadhan tentunya, dan acara2 tahunan lainnya seperti bertemu dengan seorang teman. Dan menurutku orang yang paling memahami perasaanku itu adalah Papa. Hampir setiap tahun sebelum aku ulang taun Papa selalu menanyakan, "Ica mau kado apa nanti?". Waktu aku di asrama, keluarga slalu datang untuk makan2 dan menyenangkan aku tiap aku ulang taun. Bahkan waktu Papa-Mama mau naik berangkat haji dan mereka tidak bisa melewatkan ulang taunku bersamaku, Papa bilang2 dan minta persetujuanku dulu setaun sebelumnya. Buat aku itu merupakan sebuah penghargaan.

Taun kmaren, waktu Papa-Mama ga bisa ke Jakarta pas aku ulang taun karena sibuk mau pindahan dari Lampung, Papa juga bilang sebulan sebelumnya dan minta persetujuanku dulu.

Kalo mengingat apa yang telah orang tua berikan ke aku selama 23 tahun ini, dan membandingkan dengan apa yang telah aku berikan untuk mereka, kayaknya sangat timpang. Aku belum bisa memberikan apa-apa. Bahkan sekedar prestasi yang cemerlang pun belum mampu aku berikan. Alhamdulillah nilai nggak jelek sih, tapi belum cemerlang. Insya Allah di tahun mendatang bisa memberikan kebanggan buat mereka.

Pernah denger sih bahwa seharusnya pertambahan usia itu tidak dirayakan secara berlebihan, namun harus disikapi dengan introspeksi diri, karena sesungguhnya waktu untuk ita beramal di dunia ini makin berkurang. Iya sih, aku setuju. Emang bener. Tapi boleh kan kalo aku sengaja menunda membeli barang2 yang kuinginkan dan kemudian membelinya di saat aku ulang taun demi mendapatkan gratis dari kakak-kakakku? Toh aku tidak merugikan pihak lain, dan kakaku pun ikhlas.

Mungkin yang kurang, selain menyenangkan diri dengan mendapat hadiah2 itu, aku juga harus melihat ke kanan dan ke kiri, bahwa masih banyak orang yang nasibnya tidak seberuntung aku, dan kemudian membagikan sebagian rezeki agar mereka merasakan sedikit kebahagiaan juga. Itu kali ya yang kurang…

Tapi nggak ada kata terlambat kan??! Kalo kmaren belum sempet, insya Allah besok disempatkan deh..