Pinokio
Haha, terima kasih buat teman-teman tercinta yang sudah begitu perhatian padaku sampai memperhatikan detail bulat berukuran diameter sekitar 0,75 mm, berwarna kemerahan yang ada di hidungku.
Tanpa perlu diberi komentar oleh teman sekelas, plus mbak2 di bank, dan beberapa orang di TBM, aku juga bisa melihat bahwa terdapat pustul di puncak hidungku.
Menyebalkan itu jerawat..bikin idungku kayak pinokio aja yang jadi tambah panjang..padahal kan aku nggak boong. Mmm, ‘escape’ dari nontong film bareng di kelas nggak masuk boong kan ya?! Lagian si jerawat sudah muncul sejak1 hari sebelumnya tuh.
Kebiasaan..
Masing-masing individu memiliki kebiasaan yang berbeda-beda, baik kebiasaan pribadi, keluarga, kelompok, ataupun suku.
Keluarga ku punya kebiasaan untuk selalu sarapan di pagi hari, jadi sampe sebesar ini aku selalu menyempatkan sarapan, apapun itu, tiap pagi. Kalo nggak makan sesuatu sebelum berangkat sekolah (kecuali kalo lagi puasa), duh bisa ga konsen karena kelaperan di kelas. Ato jadi jajan yang aneh2, macam gorengan gitu deh di kampus.
Selain kebiasaan sarapan, dalam keluarga ku juga ada kebiasaan untuk merayakan atau minimal mengingat ulang tahun setiap anggota keluarga. Nggak wajib ngasih kado sih..kecuali dari Papa buat aku, ato dari semua anggota keluarga buat adekku, tapi minimal memberikan ucapan lah.
Buat aku, saat berulang tahun adalah salah satu saat yang kunantikan setiap tahunnya, disamping Ramadhan tentunya, dan acara2 tahunan lainnya seperti bertemu dengan seorang teman. Dan menurutku orang yang paling memahami perasaanku itu adalah Papa. Hampir setiap tahun sebelum aku ulang taun Papa selalu menanyakan, "Ica mau kado apa nanti?". Waktu aku di asrama, keluarga slalu datang untuk makan2 dan menyenangkan aku tiap aku ulang taun. Bahkan waktu Papa-Mama mau naik berangkat haji dan mereka tidak bisa melewatkan ulang taunku bersamaku, Papa bilang2 dan minta persetujuanku dulu setaun sebelumnya. Buat aku itu merupakan sebuah penghargaan.
Taun kmaren, waktu Papa-Mama ga bisa ke Jakarta pas aku ulang taun karena sibuk mau pindahan dari Lampung, Papa juga bilang sebulan sebelumnya dan minta persetujuanku dulu.
Kalo mengingat apa yang telah orang tua berikan ke aku selama 23 tahun ini, dan membandingkan dengan apa yang telah aku berikan untuk mereka, kayaknya sangat timpang. Aku belum bisa memberikan apa-apa. Bahkan sekedar prestasi yang cemerlang pun belum mampu aku berikan. Alhamdulillah nilai nggak jelek sih, tapi belum cemerlang. Insya Allah di tahun mendatang bisa memberikan kebanggan buat mereka.
Pernah denger sih bahwa seharusnya pertambahan usia itu tidak dirayakan secara berlebihan, namun harus disikapi dengan introspeksi diri, karena sesungguhnya waktu untuk ita beramal di dunia ini makin berkurang. Iya sih, aku setuju. Emang bener. Tapi boleh kan kalo aku sengaja menunda membeli barang2 yang kuinginkan dan kemudian membelinya di saat aku ulang taun demi mendapatkan gratis dari kakak-kakakku? Toh aku tidak merugikan pihak lain, dan kakaku pun ikhlas.
Mungkin yang kurang, selain menyenangkan diri dengan mendapat hadiah2 itu, aku juga harus melihat ke kanan dan ke kiri, bahwa masih banyak orang yang nasibnya tidak seberuntung aku, dan kemudian membagikan sebagian rezeki agar mereka merasakan sedikit kebahagiaan juga. Itu kali ya yang kurang…
Tapi nggak ada kata terlambat kan??! Kalo kmaren belum sempet, insya Allah besok disempatkan deh..