Bahan obrolan yang menarik
"Tak kenal maka tak sayang", begitu kata orang.
Maka dari itu, agar dapat menyayangi sesuatu, kita harus mengenalinya terlebih dahulu. Dan begitu pula sebaliknya, jika ingin disayangi, maka kita harus dikenal,hehe..
Aku tidak ingin berbagi cara berkenalan yang baik, karena tampaknya orang lain memiliki cara yang lebih baik dariku. Sekadar ingin berbagi cerita bagaimana cara orang-orang yang berasal dari dunia non-medis ingin mengenal (atau dikenal?) oleh mereka yang memiliki hubungan erat dengan dunia medis.
Biasanya, hal yang ditanyakan adalah mengenai obat, patofisiologi suatu penyakit, komplikasi penyakit, dokter dan rumah sakit yang bagus. Kadang-kadang ditambah juga dengan drama bahwa dirinya sedang sakit X dan menanyakan bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk dirinya.
Bukannya tidak ingin berbagi ilmu, tapi kadang-kadang kami yang setiap hari berhubungan dengan belajar,belajar dan belajar tentang ilmu kedokteran ini ingin mengetahui dunia lain juga. Capek kali kalo tiap hari yang diomongin tentang penyakit melulu. Padahal masih banyak kejadian menarik di dunia ini yang bisa dijadikan bahan pembicaraan.
Jadi jangan ragu-ragu untuk membicarakan hal selain obat dan penyakit dengan teman kita yang berprofesi sebagai dokter atau calon dokter.
sepi..
Harusnya hari-hari ini adalah hari yang menyenangkan buat aku. Penelitian IKK selesai, yah..ada KIPI (kejadian ikutan pasca IKK)-nya sih, tapi ga banyak yang harus diperbaiki kok. Trus teman baik yang udah lama banget (hehe, ga pake banget sih) ga ketemu, lagi liburan dan kami bisa bertemu. Dan yang sebenarnya paling membahagiakan adalah kakak pertama-ku akhirnya sudah menikah, alhamdulillah.
Tapi entah kenapa, sejak kmaren rasanya hatiku tidak bahagia. Dan karena aku ga suka menjadi tidak bahagia seorang diri, muncullah aku yang agak malas dan bertampang kurang menyenangkan. Bukan maksudku untuk membuat orang lain jadi ikutan susah sih, tapi enggak tau knapa. kebiasaan kali ya..kebiasaan yang kurang baik sih.
Mungkin aku merasa kesepian di rumah, karena setelah menikah kakakku tinggal di rumah istrinya dan sekarang mereka sedang bertamasya. Jadi di rumah sepi deh..padahal biasanya juga ga rame sih, cuma ada aku, kakak pertama, dan 2 orang pekerja rumah tangga. Aku lebih sering sendirian juga karena kakakku sering pulang agak malam.
Harusnya sih aku bisa mencari kesibukan lain di luar rumah supaya tidak merasa sepi di rumah, tapi untuk saat ini nampaknya belum ada ide. Mau maen sama temen juga kadang mereka punya kesibukan masing-masing, dan aku jadi agak males kalo harus menanyakan satu-per-satu dan akhirnya mengalami penolakan berkali-kali. Ditolak itu enggak enak,huh..
Mulai berpikir yang aneh-aneh nih. Berpikir apa yang akan terjadi setelah kakak kedua menikah nanti. Hiks..jangan2 rumah akan makin sepi..
Ah, jadi sedih. Makin sedih karena melihat tumpukan cucian yang belum dicuci